04 September 2009

Tradisi Patristik


oleh
Rm. Yohanes Bambang CW

Sejauh dari apa yang telah dikatakan, ini dapat dilihat bahwa tidak ada perbedaan theologi atau pembagian ke dalam Tradisi Gereja . Dan bahkan dapat dikatakan bahwa “ Tradisi ” adalah sebagai suatu peristiwa bersejarah, diawali dengan pemberitaan Apostolik dan “ dituliskan ” (Yoh 20:30; 21:25) di dalam Kitab Suci, tetapi dijaga, diinterpretasikan dan dijelaskan kepada Gereja oleh Para Bapa Kudus yaitu Pengganti Lanjut para Rasul. Yang dalam Bahasa Yunani digunakan istilah “ Pateres tes Ecclesias ” , Para Bapa Gereja, dan bagian interpretif dari pengajaran Apostolik ini disebut “ Tradisi Patristik ” .
Para Bapa Gereja adalah orang-orang yang mempunyai kesucian yang luar biasa, mengungkapkan doktrin-doktrin Orthodox, telah menikmati penerimaan dan hormat dari Gereja Universal dengan menyaksikan berita Injil, hidup dan menjelaskannya kepada anak cucu. Jadi berita Apostolik atau Tradisi itu secara organik dikaitkan dengan Tradisi Patristik dan begitu sebaliknya.
Pada pokok ini harus ditekankan mengingat banyak theolog di Gereja-gereja barat telah membedakan antara Tradisi Apostolik dan Tradisi Patristik , ataupun secara total menolak Tradisi Patristik .
Bagi orang kristen orthodox, hanya ada satu Tradisi yaitu Tradisi Gereja , yang memuat Kitab Suci dan Pengajaran Para Bapa Gereja.
Inilah “ Pemberitaan kebenaran yang diterus-sampaikan oleh Gereja di seluruh dunia kepada anak-anaknya ” (St. Irenaeus, proof of the Apostolic Preaching,98).
Js. Athanasius, “ Pilar (soko guru) Orthodoxia ” , yaitu Bishop Alexandria selama abad keempat, memberikan definisi yang sangat berharga tentang “ Tradisi Gereja ” , dan mengatakan demikian : “ Biarlah kita melihat Tradisi itu sendiri, pengajaran dan iman Gereja katolik dari sangat permulaan, yang Sang Logos telah berikan (edoken), Para Rasul telah beritakan (ekeryxan), dan Para Bapa pelihara-jaga (ephylaxan). Dan atas inilah Gereja didasar-landaskan (tethemeliotai) ” (St. Athanasius, First letter to Serapion, (28). Dalam sisi lain, Tradisi didasarkan atas Tritunggal Mahakudus, yang secara konstan memberitakan Injil Kristus, dan ditemukan di dalam batas-batas Gereja Kristen dan dijelaskan oleh Para Bapa Gereja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar